Surat yang Menginspirasi dari Kepala Sekolah

surat yang menginspirasi dari kepala sekolah
Gambar Ilustrasi
Surat kepala sekolah kepada wali murid. Pernah ramai di sosial media, terutama whatsapp. Hal ini disebabkan isinya mengena untuk dunia pendidikan saat ini. Terutama dengan diterapkan kurikulum nasional K 13, cukup memberatkan siswa dan orang tua.

Ilustrasi sederhananya ada sebagian hewan pandai memanjat, sebagian lainnya tidak pernah memanjat pohon. Berbagai hewan diberikan keahlian masing-masing dengan bakat yang dimiliki, sehingga ada hewan yang bisa berenang seperti ikan, tetapi sebagian hewan lainnya hanya bisa hidup di darat dan tidak mampu berenang.

Dunia pendidikan seharusnya mampu membuat siswa betah belajar di sekolah, tetapi kenyataannya banyak siswa yang jenuh berlama-lama di sekolah. Sekolah itu bagaikan siksaan untuk sebagian murid. Ini mungkin opini saya secara pribadi. Namun sebagai orang yang berkecimpung secara langsung dengan siswa sebagai wali kelas. Itulah keluhan siswa, “pak banyak tugas”, “pak saya pusing mau kerjain yang mana duluan” dan lain sebagainya. Pertanyaan refleksi buat kita, apakah ada yang salah dengan dunia pendidikan saat ini?.

Baca juga: 

Surat yang ditulis oleh seorang pendidik (kepala sekolah) kepada orang tua murid beberapa bulan sebelum ujian akhir. Semoga bisa membuka “mata hati” dunia pendidikan di Indonesia saat ini.


Begini isi suratnya:

Yth orang tua murid,

Ujian sekolah akan dimulai segera. Saya mengerti bahwa bapak/ibu sangat berharap anaknya berhasil dalam ujian ini.

Tetapi, ingatlah, diantara para siswa yang akan ikut ujian, ada yang akan menjadi artis, yang tidak perlu menjadi pintar dalam matematika.

Ada wiraswasta, yang tidak perlu tahu Sejarah atau Literatur bahasa Inggris.

Ada musisi, yang nilai Kimia tidak penting buat dia.
Ada olahragawan, yang kekuatan fisiknya lebih penting daripada Fisika.

Jika anak bapak / ibu mendapatkan nilai terbaik itu bagus sekali. Tetapi, jika tidak tolong jangan renggut atau ambil kepercayaan diri mereka. Katakan pada mereka bahwa hal itu tidak menjadi masalah, itu hanya sebuah ujian. Mereka akan melalukan sesuatu yang jauh lebih besar dalam hidup mereka.

Katakan pada mereka, berapapun nilai mereka, Anda MENCINTAI mereka dan anda tidak akan menghakimi atau menilai mereka.

Silakan lakukan ini dan jika anda melakukan ini, perhatikan bagaimana anak anda menaklukkan dunia. Satu ujian seharusnya tidak merenggut atau menghilangkan mimpi dan bakat mereka. Dan tolong jangan berpikir bahwa hanya dokter dan insinyur saja orang-orang yang berbahagia di dunia. Ada banyak di dunia ini yang bisa mendatangkan kebahagiaan.


Salam Hangat,

Kepala Sekolah



Sebagai guru, saya pun tidak tahu apakah tradisi semacam ini ada di negeri kita?. Sebuah surat yang mencoba memberikan pencerahan akan masa depan anak soal nilai akademik. Jika nilai akademiknya rendah maka kita sebagai orang tua, dan guru, bertindak seolah-olah paling benar. Kemudian memvonis dan menjastifikasi anak.

“Kamu bodoh !”.

“Gimana si, gini aja ga bisa !”,

“Kenapa ga belajar ?”,

“Kamu si ga dengarin mama”, dan berbagai celotehan yang lain.

Nilai akademik bukannya tidak penting namun itu bukan segalanya. Rekan guru dan orang tua, meminjam istilah Bunga Citra Lestari; kita pun pernah muda dan tentunya pernah menjadi siswa kan?.

Apakah yang kita lakukan saat kita pernah menjadi pelajar beberapa tahun yang lalu?. Apakah kita menjadi penurut atau pembengkang?. Kita rajin belajar atau pemalas?. Lantas adilkah jika saat ini kita memvonis siswa dan anak-anak kita?. Semoga bisa menjadi refleksi kita bersama dalam menghadapi anak zaman dengan beragam karakter.

Baca juga: 

Pembaca terkasih belum selesai tulisan ini karena saya yakin ulasan ini bisa menghadirkan pro dan kontra. Terutama di kalangan siswa, rekan guru, dan orang tua murid. Lewat pertanyaan klasik para siswa, “kalau begitu tidak belajar juga tidak masalah kan pak ?”, “yang penting KKM”. Versi orang tua, mungkin beragam tergantung cara pandang. Versi guru, ehm .... MUNGKIN sebagian besar akan mengatakan, kerja keras, belajar sunggu-sunggu, dan lain sebagainya adalah modal utama untuk sukses. Mungkin!.

Menghindari gagal paham tentang makna tersirat dari tulisan ini maka saya akan hadirkan artikel berikutnya untuk menjawab pro kontra dari pembaca sekalian. (MK)


Sumber:




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Surat yang Menginspirasi dari Kepala Sekolah"

Posting Komentar