Frasa

             
Frasa Bahasa Indonesia
Frasa adalah gabungan kata yang menghasilkan relasi tertentu, semantara unsur-unsurnya tidak berfungsi sebagai subjek dan predikat dalam konstruksi tertentu. Frase disebut juga sebagai kelompok kata yang bukan subjek dan predikat, tetapi dapat menjabat fungsi-fungsi kalimat.

                      Langkah menentukan frase dalam kalimat :1.    Menyekat unsur kalimat sesuai dengan intonasi. Contoh : Amy / sedang bermesraan / di teras rumah //.
2.    Bagian-bagian sekatan (yang biasanya menduduki jabatan tertentu dan berupa gabungan kata) akan berupa sebuah frase.
 Jenis frasa1.    Frasa endosentris, meliputi :
1)    Atributif  (subordinatif) mempunyai dua struktur yaitu :
·         Struktur DM (siswa pandai).
·         Struktur MD (paling gemuk).

2)    Koordinatif (setara), meliputi :
·         Susah payah (sinonim).
·         Suka duka (antonim).
·         Aditif (bersih dan teratur).
·         Alternatif (hitam dan putih).
·         Apositif (Presiden Megawati Sukarno Putri, Gunung Merapi ).

2.    Frase eksosentris, meliputi :
·         Predikat (minum kopi).
·         Preposional (ke sekolah).
·         Konjungtif (karena takut sampai kantuk).

 Menentukan inti frase
 Inti frasa adalah unsur atau anggota frasa yang pokok atau yang diterangkan. 

Contoh : 
Istri muda – istri, Makan lagi – makan. 

Jenis atau kelas frasa bergantung pada unsur yang dominan

     Contoh

:    ·  Petani tua – (petani) – frasa benda.
·         Sangat kecil – (kecil) – frase sifat atau ajektif.
·         Membawa oleh – oleh – (membawa) – frase verbal.
·         Di pasar burung – (di) – frase preposional.

 Relasi unsur dalam frasa

·  Relasi posesif (milik), contoh : kebun kakek, sepeda adik.
·         Relasi tujuan, contoh : anggaran belanja, kandang ayam.
·         Relasi asal, contoh : batik Papua, Lulusan UNCEN.
·         Relasi material (ablatif), contoh : cincin, emas, sabuk, kulit.
·         Relasi perbandingan, contoh : gula pasir, hati emas.
·         Relasi lokatif, contoh : kepala SMA, pegawai kantor.
·         Relasi alat, contoh : tendangan kaki, permainan tali.
·         Relasi sifat, contoh : hutan gundul, tanah lapang.
·         Relasi kesannggupan, contoh : keterampilan, ahli bahasa.
·         Relasi nama, contoh : gula Jawa, petai Cina. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Frasa"

Posting Komentar