Inilah 5 Murid Inspiratif yang Kutemui di Minggu Pertama di SMA Kanaan Jakarta

Inilah 5 Murid Inspiratif yang Kutemui di Minggu Pertama di SMA Kanaan Jakarta
Foto ilustrasi siswa-siswi SMA Kanaan Jakarta
Sumber foto : dokumentasi pribadi
Sidang pembaca yang terkasih, tulisan yang tak bertepi ini hadir ke ruang baca karena perjumpaanku dengan siswa-siswi hebat di SMA Kanaan Jakarta di tahun ajaran baru 2017/2018. Khususnya siswa-siswi kelas sepuluh. Ada yang membuatku kagum karena pemikiran-pemikiran reflektif. Ada juga yang membuatku kagum karena kesetiaan dan kesahajaan mereka dalam usia muda. Sikap kritis namun lembut pun turut hadir dan memberi inspirasi, ada juga kegigihan untuk tahu meskipun dalam keterbatasan yang mendera. Ah, istimewanya anak-anak ini. Inilah tunas-tunas muda bangsa yang menginspirasi guru kampung seperti saya.

Vanesa Sanjaya
Sejujurnya saya tidak terlalu mengenal gadis ini. Pertama karena baru Minggu pertama kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran baru, dan kedua karena interaksinya pun terbilang minim. Namun hal ini tidak menjadi permasalahan serius karena perjalanan alumni SMP Kanaan ini masihlah panjang di SMA Kanaan Jakarta.
Lantas apa yang membuat saya kagum dan terinspirasi dari sosok muda ini.
Secuil kisah dimulai dari ruang kelas X IPS 1. Kulihat sang darah di ujung sana nyaris tak memperhatikan penjelasanku. ‘Mungkinkah anak ini mengalami suatu masalah’ pikirku, saat itu. Kucoba menghampirinya dengan langkah yang agak ragu. Singkat cerita kutemukan jawaban dari tindakan sang dara. Hanya ekspresi kalut yang kusembunyikan dibalik sikapku yang agak arogan saat itu. Pergantian jam dan semuanya selesai begitu saja. Namun ingatan mendalamnya adalah “kok bisa ya”, dan saya pun telah memiliki presepsi sendiri.
***
Lagi-lagi salah lagi. “Ah sang waktu menuntutku untuk terus belajar. #kesal.
Gadis ini memiliki kemampuan berliterasi yang menurut saya sempurna untuk anak seusianya. Reflektifnya mendalam, karakter ilmiah diterapkan dengan sangat baik. Analoginya pun sedikit membuat saya jadi minder. Ini sepenggal ulasannya dari tugas Bahasa Indonesia yang kuminta darinya.
“Gadis keturunan Batak bernama Tsabira Magdalena Library Hutape baru saja menghentakan kakinya di jenjang SMA”.
Pilihan kata dasar “HENTAK” merujuk pada makna “baru pertama kali menginjakan kaki di SMA”. Diksi tersebut untuk mereka-mereka yang tidak suka membaca bisa tidak mengerti, bisa dianggap tidak nyambung, atau bisa memberi labeling lebay; tetapi bagi pegiat literasi itu adalah sesuatu yang super hebat, apalagi dilakukan oleh seorang remaja 14 tahun.
Apa inspirasi bagi saya?,
Sederhana pembaca sekalian dan guru bangsa dimana saja mengabdi, sebagai guru apalagi guru Bahasa Indonesia; kita dituntut oleh zaman dan generasi era baru untuk terus belajar dan memperbaiki diri agar mampu memberi inspirasi pada siswa terkasih. Terima kasih Vanessa hadirmu memberi inspirasi untuk tidak hanya berteori tetapi memberi bukti.

Indira Rachel
Gadis kecil, meski sang empunyai secara tersirat menyatakan bukan gadis kecil lagi via blog pribadinya; namun izinkan saya menyapamu dengan sebutan itu. Sebab itu sepertinya tepat untuk mendeskripsikan sosok hebat ini.
Mengapa hebat?
Tengok saja pilihan kata dan kalimat yang diracik gadis manis keturunan India ini.
Memuli pendidikan di usia 3 tahun, menjadikan saya sebagai salah satu lulusan muda saat menyelesaikan sekolah dasar di SD Bintang Timur”.
Kata-kata yang dikutip, diambil dari blog personal milik sang gadis, kelihatan sederhana, terlalu biasa, dan tidak ada istimewanya. Namun tahu kah anda bahwa kata-kata macam lulusan muda hanya dimiliki oleh mereka yang mampu berkontemplasi dan mau terbenam dalam kontruksi berpikir reflektif. Hal ini tentu dibantu dengan kemampuan membaca yang baik; maka lahirlah buku-buku yang memiliki muatan filsafat, teologi, dan sastra tingkat tinggi macam sayap-sayap yang patah karya Kharil Gibran, atau buku kumpulan puisi pelacur-pelacur Jakarta karya Remmy Salado.
Pak apa si pemikiran reflektif itu.
Ini adalah pertanyaan yang sulit, namun sederhananya seperti ini, suatu pemikiran yang lahir dari suatu perenungan yang mendalam dari seseorang yang selalu mempertanyakan suatu gejala-gejala sosial tertentu. Contoh: Kenapa ada PSK (pekerja seks komersial) semantara sekolah formal tidak mengajarkan jadi pekerja seks komersial yang baik. Hal-hal seperti inilah yang coba kemas oleh Indira. Dalam istilah yang dipakainya adalah permainan kata-kata yang ekspresif. Lebih jelasnya sidang pembaca sekalian bisa menyelami pilihan – pilihan kata yang bergennre sastra tersebut melalui ling http://indirarachel11.blogspot.co.id/2017/07/more-about-me.html.

Siapapun anda, bisa menjadi penulis hebat; jika anda seorang pelajar SMA Kanaan Jakarta; kalian bisa lebih baik dari dua sosok muda di atas, kuncinya hanya rajin membaca dan teruslah menulis. Teori menulis yang sederhana hanya 4 kata, MENULIS, MENULIS, dan MenulisSSSSSSSS.

*****

Siapakah tiga siswa inspiratif yang lain?. Apakah itu kamu?. Nantikan selanjutnya. Sekarang saatnya bermalam Minggu. Salam***

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah 5 Murid Inspiratif yang Kutemui di Minggu Pertama di SMA Kanaan Jakarta"

Posting Komentar