CATATAN TENTANG CLUB DEBAT SMA KANAAN JAKARTA

Mereka siapa?;
Mereka yang saya maksudkan adalah sekelompok anak muda berjumlah 8 orang yang tergabung dalam Club Debat SMA Kanaan Jakarta jilid 2. Vero si pembelajar sejati, Hellen si cerdas yang potensial, Vania anak Borneo yang kritis, Alfin si pendiam yang akan kujadikan ‘mutiara’. Clarista anak milenium dengan beragam karakter, sedikit misteri, namun kesopanan menjadi garda terdepan terhadap sang guru. Timoty anak muda yang sopan namun kini perlahan berubah wujud. Mengapa?, entalah.

Evan anak hebat yang katanya menyukai tantangan. Kuberikan tantangan buatmu anak muda. Jadilah ‘bintang’. Wei gadis yang masih menjadi misteri buat saya. Tempo dolo menurut pandangan saya, dia gadis yang super aktif berorganisasi. Kini, entalah masih menjadi mister, semoga waktu bisa menjawab.

***
Mengapa jilid 2. Ya ini kali kedua kami coba menguji diri dan mengukur mental beretorika dengan orator hebat dari sekolah lain. Sebelumnya pada jilid 1, dalam ajang LDBI JP 2 kami hanya menyabet kategori perorangan sebagai pembicara ketiga terbaik. SMA Kalvin superior dan SMA 27 dengan pengalamannya hadir sebagai juara umum.

Melalui pengalaman buruk itu kami belajar; dan puji Tuhan karena kebaikan dan berkat-Nya kami juara umum pada ajang debat di universitas Kwik Kian Gie.

Jilid 2 tugas berat menanti. Mempertahankan trofi juara umum dan tantangan dari sekolah yang harus dijawab; yakni minimal masuk propinsi pada LDBI 2017.  Berat memang, tetapi dengan pertolongan Tuhan Yesus, kami pasti bisa. Berikut ini profil singkat oraotor muda dari SMA Kanaan Jakarta jilid 2, tahun 2017.  
Sekilas Tentang Tim Debat Jilid 2
Tim SMA Kanaan Jakarta Juara 1 Debat di Universitas Kwik Kian Gie

Pertama Veronika
Dia adalah pembicara pertama saat menjuarai lomba Debat Kwik Kian Gie jilid 1. Kini tugas berat menantinya yakni meluruskan mosi untuk pembicara kedua dan ketiga; sekaligus mempertahankan trofi.

Itu sulit, namun saya yakin pada gadis ini, keyakinan saya bukan tidak berdasar, namun dari secuil pengalaman penggemblengan saat sesi debat dia orang yang paling serius dan sempurna melakukan apa yang diminta. Dia terus belajar, semangat untuk menjadi yang terdepan ada pada gadis ini. Tetap semangat dan buktikan kalau seorang pembelajar sejati akan terpatri namanya pada almamater.

Kedua Hellen
Kalau orang yang tidak mengenal gadis ini dengan baik, presepsi buruk akan terjadi. Terutama generasi tempo dulu yang tidak mengenal karakter remaja milenium.

Mengapa?, gaya gadis ini super duper buat kesal. Namun sejatinya dia adalah gadis hebat yang selalu menempatkan Tuhan dalam tindakannya setiap hari. Ga percaya? No, baca profilnya, Hellen Si Cerdas yang Potensial.

Itu adalah catatan saya selama menjadi wali kelasnya. Selain itu dia adalah gadis yang sangat bertanggung jawab; dan yang paling penting dia bisa memahami orang lain dalam balutan karakternya yang buatku kesal itu.

Anak milenium dan tim sukses Tuhan Yesus, Hellen Yoanita. Dia pembicara kedua, saat menjuarai Kwk Kian Gie. Woii buktikan, jangan speeak doang, kwkwk.

Ketiga Evan
Ini adalah personil baru dari tim juara. Mengapa saya tempatkan pria gagah perkasa ini pada dua gadis remaja yang super heboh. Inilah rasianya.

Pertama salah satu pria terkuat se Kanaan Kran ini muda bergaul, mau berbaur dan dapat menyesuaikan diri. Namun yang paling penting dia rendah hati dan katanya si suka tantangan, no gue kasih lu tantangan. Pertahankan juara umum debat KKG. Bisa?, tidak perlu dijawab kasih saja bukti.

Itulah gambaran singkat tim pertama, mari kita tunggu aksi mereka. Mampukah mereka mempertahankan apa yang diraih ataukah benar pameo klasik, meraih itu lebih muda daripada mempertahankan apa yang diraih. Kita tunggu saja pembuktian mereka. TIM SATU SOAL BUKTI, BUKAN KATA.

Tim Dua
Tim dua semua personil baru. Tetapi mereka bukan ecek-ecekkan. Apa yang saya katakan bukan bermaksud membuat tim ini senang dan semangat. Sama sekali tidak!. Saya memilih karena saya yakin mereka bisa. Siapa mereka?, berikut profil singkatnya.

Pertama Vania
Gadis ini terbilang baru di Kanaan Jakarta, sebelumnya sang darah mengenyam pendidikan pada Sekolah Kanaan di tanah Borneo. Saya memilihnya bukannya tanpa sebab. Dia gadis yang sangat kritis, setidaknya itu pandangan saya sebagai gurunya.

Kemampuannya beretorika tidak kalah dengan anak metropolitan. Rasa ingin tahunya yang tinggi membuat saya tidak mampu untuk ‘menahan diri’ dan ‘menjerumuskannya’ pada club debat.

Saya percaya pada kemampuan wicara dari gadis Dayak di seberang Katulistiwa ini. Hay gadis, kutitipkan kepercayaanku padamu. Tunjukan pada dunia kalau tidak ada yang mustahil jika Tuhan Yesus menjadi kompas navigasimu.

Kedua Clarista
Gadis ini unik, sedikit misteri, mungkin baru kali. Tapi satu hal yang pasti gadis ini sangat sopan.

Sopan dan ramah itu pasti, bukan misteri lagi.
Jujur saya tidak bisa mereka-reka gadis ini, yang saya tahu dia sopan dan ramah. Mengapa?, kan anda gurunya. Sabar bos, ne anak baru pindah dari Kalimantan tahun ajaran 2017. Jadi saya tidak begitu paham, sedikit berbeda dengan kakaknya Vania.

Jika demikian mengapa memilihnya. Satu jawabanya, kalau anak mau belajar kemampuan bukan ukuran; hanya kemampuan membimbing dari orang dewasalah yang mereka butuhkan, termasuk Clarista.

Kepercayaan itu mahal harganya, yang menjadi sulit karena tidak dijual meskipun mahal. Saya mempercayaimu anak muda.
Jangan lakukan buat manusia, tetapi lakukan yang terbaik untuk Tuhanmu.  

Ketiga Wei
Wei Yu Ju, itu kakak dari gadis ini. Kemampuanya berliterasi menurut saya salah satu yang terhebat selama mengajari mereka di eskul jurnalistik. Kini saya menghadapi adiknya di club Debat. Jujur saya bingung dan tidak memiliki refrensi apapun. Hanya satu yang bisa kupegang sebagai data empiris saya. Sabang hari saat pelajaran reguler saya memintanya untuk mendemontrasikan mekanisme diskusi. Kemudian kesimpulan empirispun kuambil gadis ini butuh bimbingan. Wei hadir tuk memberi satu jawaban dari pergumulanku.

Guru hebat bukan mengajari orang yang sudah bisa menjadi lebih bisa, melainkan mengajari orang tidak bisa menjadi bisa.
Saya ada untukmu dengan sepenuh hati. Terima kasih hadirmu membuatku sadar jadi guru harus ngapain....”. Bersama kita bisa.

**
Itulah tim 2, dengan segala dinamikanya. Siswa adalah gambaran gurunya, siswa hebat karena guru hebat. Hebat apa?, hebat mengajarin hal baik. Bukankah seorang anak hadir laksana kertas putih?; coretan jadi indah atau rusak tergantung orang dewasa. Itu kata ahli bos bukan kata ane. Tim dua: “Kepercayaan itu mahal harganya, namun tidak dijual”. Bersama kita bisa.  

***
Tim 3 adalah sekelompok anak muda yang akan membuatku bangga. Mengapa?. Harus saya katakan dengan jujur. Ini menurut saya. Mereka tidak sementereng tim 1 atau sehebat tim 2. Tim 3 biasa-biasa saja. Tetapi saya akan abadikan waktu dan ketauan saya buat mereka. Mengapa?. Karena setiap anak berharga. Apakah ini hanya teori saja. Nanti kita lihat di lapangan saja.

Siapa saja tim 3?.

Pertama Alfin
Pria berkacamata, bicara seadanya saja. Itulah sosok koordinator tim 3 ini. Kemampuan beretorika biasa saja. Tetapi saat kemauan itu ada, akan kupastikan saya bersamanya. Lebay de.

Tidak ini serus, karena ini kesempatanya yang kedua dan menjadi yang terakhir. Dosa jika tidak memfasilitasi kemaun dan potensi terselubung dari remaja ini. Remaja ini memiliki potensi debat tersembunyi, terutama, silogismenya sangat hebat. Namun gaya berkomunikasi adalah tantangan yang harus kuhadapi. Kalem, saya ada untuk membimbing kalian bro..bersama kita bisa.

Kedua Timothy
Pembicara kedua dari tim 3 ini adalah pria yang menurut hemat saya sangat sopan pada orang tua. Jika anda bertanya mengapa, maka jawabanya terbilang cukup banyak. Satu yang pasti dari remaja ini adalah, ‘saya mau ikut debat pak’. Hal-hal yang muncul secara spontan dan pertamalah, akan memastikan yang bersangkutan pasti jadi andalan saya di tim debat ini.

Bukan basa-basi tetapi sejatinya, adik dari Misael, alumni SMA Kanaan Jakarta ini; memiliki kemampuan beretorika yang yang bisa diandalkan. Tinggal bagimana tugas seorang guru dalam membimbing.

Demikian sekilas tentang tim debat SMA Kanaan Jakarta edisi 2, tahun akademik 2017. Apakah bisa berarti dan berdaya, hanya Tuhan yang tahu, kami hanya berusaha untuk menjadi lebih baik.



Hari ini harus lebih baik daripada kemarin. Hargailah perubahan meskipun kecil. Itulah semangat kami...***


Baca juga: 
Inilah Penjelasan Super Lengkap Soal Debat yang Wajib Anda Ketahui

Testimoni Alumni SMA Kanaan Jakarta 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "CATATAN TENTANG CLUB DEBAT SMA KANAAN JAKARTA"

Posting Komentar