Deretan Siswi Cantik

Ini adalah tulisan berseri, bagian ketiga dari ulasan yang pertama berjudul 12 siswi canitik di kelas X IPA dan yang kedua berjudul Mereka bukan hanya cantik secara fisik tetapi lebih dari itu.

Cantik sebuah kata yang abstrak dan relatif sifatnya. Agar tidak gagal paham dengan maksud saya soal CANTIK, disarankan baca dulu tulisan yang pertama karena disitu konsep cantik menurut saya dijelaskan dengan gambling dan cukup lugas. Jika sudah membacanya mari kita lanjut pada bagian akhir dari tulisan berseri tersebut. 

Simak bagian akhirnya berikut ini:

Yessica

Deretan Siswi Cantik
Yessica bloger hebat
sumber foto: blog Jessica
Menyoal tentang gadis cantik bernama Yessica ini, jujur saya minim aksara sebab dalam berelasi datar-datar saja. Semuanya baik-baik saja, jadi saat bertutur sejujurnya saya mengalami kesulitan untuk mengulasnya dari sudut yang mana. Biar kebingungan saya tidak beranak pinak kuputuskan untuk memandang gadis ini dari caranya ngeblog (bloger).
Sebagi orang kampung yang masih awam tentang teknologi, khusunya blog dan lain sebagainya saya pun serius belajar secara otodidak tentang coding, html, dan syarat sebuah blog professional. Selanjutnya ilmuku yang sederhana itu kucoba membagikannya di depan kelas. Kepada murid-muridku yang istimewa, termasuk Jessica.

Harus saya katakana bahwa meski pun berlabel milenial atau lazim di sebut kid zaman now, tetapi sebagian besar tidak piwai soal blog. Saya paham karena tingkat baca dan minimnya pengetahuan dan latihan menulis sehingga membuat tingkat ketertarikan pada hal yang satu ini menjadi kurang. Namun itu tidak berlaku bagi remaja putri kelahiran Jakarta ini. Soal blog dia melakukan sesuatu yang melebihi apa yang saya inginkan dan apa yang saya katakan.

Baca juga:

10 Blog terbaik kelas X IPA
Artinya apa dengan gejala ini?, jawabannya pasti relatif, tergantung sudut pandang dan lain sebagainya. Namun saya ingin melihatnya dari sudut pandang pendidikan, khususnya soal guru dan murid.

Maksudnya adalah jika seorang guru memandang anak sebagai kertas putih yang tidak paham apa-apa, maka itu adalah pandangan yang perlu diperbaiki. Mengapa?
Di era digital semuanya serba ada di google, jadi jika guru tidak menelusuri setiap kata dan kalimat dari materi yang ingin dijelaskan maka siap-siap untuk ditertawakan anak karena mereka lebih hebat dari gurunya. Argumennya cukup jelas karena google menyediakan itu semua. Cuma pertanyaannya mau belajar atau tidak?.

Kasus Jessica dan saya adalah dia belajar melebihi apa yang saya pelajari sehingga apa yang saya minta dihadirkan, bahkan lebih. Ini adalah hal yang baik karena tentunya guru tidak mengalami kesulitan karena siswa-siswinya inisiatif, tetapi menurut saya akan jadi masalah besar jika soal teori dan anak dalam kapasitas ‘iseng’ untuk sekedar menguji pemahaman guru. Bukankah ini menjadi aib bagi guru tersebut.

Saya percaya bapak dan ibu guru di luar sana sudah menyiapkan segala sesuatunya terkait hal ini. Tidak seperti saya yang kalah cepat dengan muridku yang bernama Jessica.

Dari muridku yang pendiam ini saya belajar dua hal:
1.   Menjadi guru jangan sok kalau persiapan minim karena akan dipermalukan di depan kelas jika siswa lebih paham tentang materi yang diajarkan.
2.   Idealnya guru harus sediakan ruang untuk mengakui kekurangannya. Tidak perlu malu dengan siswanya karena guru pun manusia. Tetapi harus selalu sediakan ruang untuk terus belajar dan memperbaharui diri.

Jessica terima kasih atas hadirmu dalam perjalanan saya sebagai seorang guru. Mungkin untuk hal yang lain tidak terlalu istimewa untuk dikisahkan karena relasi yang kita bangun atas pemahaman bersama dalam posisi yang berbeda. Sebagai guru dan murid. Namun apa yang engkau hadirkan di blogmu telah memberi saya suatu pengalaman yang patut untuk direnungkan di masa depan cara menjadi guru era baru yang kekinian.  

Untuk mengenal bloger hebat ini, lihat profil lengkapnya di sini.

Kimberly

Deretan Siswi Cantik
Kimberly, gadis ceriah yang apa adanya
Sumber foto: blog Kimberly
Lain Jessica, lain Kimberly. Ini gadis terunik sepanjang kurang lebih 5 tahun saya menjadi guru. “Apaa.a..a?” mungkin itu ekspresinya yang paling kuingat jika kepanikan melanda darah kelahiran Jakarta itu. Dengan balutan wajah minim ekspresi ditambah kolaborasi antara cuek, heran, bingung, dan sedikit genit-genit manja akan disajikan gadis ini. Satu lagi ekspresinya yang membuatnya abadi dalam ingatanku sebagai guru ialah, “ampun e…”. Hal itu pasti dia lakukan jika keinginannya tidak terpenuhi.   

Sejujur saya bingung mau membahas apa lagi, tetapi kesan saya pada gadis ini terlampau banyak untuk diingat, namun entah mengapa saya seperti siswa SD kelas 5 yang belajar merangkai kata untuk membahasakan gadis ini. Soal dia, diingatan saya jujur banyak bangat. Ekspresi jutek, hingga ucapan terima kasih yang tulus dengan sapaan bapak. Sesuatu yang rasanya sangat sopan dan penuh hormat dari gadis yang menurut saya sedikit tombay ini.

Hemat saya itu penghargaan luar biasa dari gadis ini pada gurunya. Tapi jujur ini kontra dengan ekspresinya. Perlu diberi pemahaman, bahwa apa yang dia lakukan bukan berarti tidak sopan, itu hanya gaya khas seorang Kimberly di mataku. Saya suka dengan gayamu, unik dan lucu.

 ***
Banyak lagi gayanya yang mempesona namun selalu menunjukan keaslian sikap, sesuatu yang sangat saya sukai. Sopan itu pasti, namun harus hati – hati jika memahami gadis ini dengan cara pandang tahun 70 an maka yang terbesit adalah kesan angkuh. Sejujurnya bukan angkuh tetapi itulah ekspresi sopan nan tulus dari kidz zaman now.

Melalui gadis ini saya belajar satu hal, jadi orang apa adanya bukan ada apanya. Tanpa kemunafikan tetapi itulah identitasnya yang kulihat. Salut Kim, bangga dan kagum karena bisa menemani perjalananmu di masa muda. Semoga terus menjadi dirimu sendiri yang apa adanya.    
 Lihat profil lengkapnya di sini  

Dareen

Deretan Siswi Cantik
Dareen, Gadis mungil yang tertarik pada dunia kecantikan
sumber foto: Dareen blog
Seorang gadis kelahiran Pontianak, Kalimantan. Sosoknya mungil dan memiliki perhatian lebih soal kecantikan. Kira-kira seperti itulah gambaran gadis ini.

Bersamanya secara langsung tidak ada banyak kisah. Kalau pun ada tidak terlampu istimewa untuk direnungkan. Itu secara langsung. Namun secara tidak langsung gadis cantik ini membutuhkan dukungan dari orang dewasa (orang tua dan guru) untuk mengarungi beban tugas sekolah yang membelunggunya nyaris setiap hari. Dalam pandangan saya dia lelah dengan deretan tugas yang sepertinya tidak pernah berakhir.

“Jadi maksud bapak seperti ini”, katanya di awal pertemuan kami. Yang dia tanyakan soal template blog. Sangat semangat.

“Uda nanti saja”, kata saya saat itu di ruang kelas X IPA SMA Kanaan Jakarta.
“Tidak pak saya mau selesaikan saat ini juga” katanya.

“Saya tidak mau menundanya”, jelasnya lebih lanjut padaku saat itu. Ini adalah hal yang baik. 

Jika kita memiliki murid seperti ini, atau semua murid seperti ini, tugas guru sangatlah mudah. Namun (muda-mudahan ga salah); entah mengapa sang gadis perlahan mulai ‘lelah’. Ada apa? #bersambung

Lihat profil lengkapnya di sini  
   

Rachel & Stefani

Deretan Siswi Cantik
Stefani (sumber foto: stefani blog)
Dua gadis ini misteri. Oh ya lupa. Mengapa jadikan satu, semantara yang lain diulas terpisah. Ini jawaban tengil, karena keduanya sama dalam banyak hal, sama dalam pergumulan saya, dan sama karena memaksaku berpikir ‘lebih’ untuk mengulas kedua sosok ini lebih lanjut.

Deretan Siswi Cantik
Rachel (sumber foto: Rachel blog)
Keduanya pun memiliki kualitas yang sama dengan yang lain soal menulis. Berproses dan terus melaju. Memiliki keunikan dalam menulis dan kualitasnya lebih baik dari sebagian besar anak. Namun naas karena kata dan kalimat menungguku untuk mengenal dua gadis hebat ini lebih lanjut lagi. Ini pasti akan jadi tendensi buruk bagi psikologis keduanya namun saat berproses kuyakin mereka akan tahu maksud saya, tetapi bukan saat ini. #bersambung.

Lihat profil keduanya di bawah ini.
1.   Rachel
2.   Stefani

Demikian ulasan berseri dari tulisan pengalaman perjumpaan yang berjudul 12 siswi paling cantik di kelas X IPA tahun 2017.

Alasan kenapa saya menulis topik ini bisa baca di sini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Deretan Siswi Cantik "

Posting Komentar