Generasi Z adalah Kumpulan Orang Teledor

Generasi Z adalah Kumpulan Orang Teledor
Kegiatan Jurit Malam di Gunung Pancar Jawa Barat
Sumber foto: Kompasiana Martin Karakabu 

Tulisan ini “hadir” ke hadapan sidang pembaca sekalian karena kompasiana. Alasannya sederhana, mengikuti lomba yang diadakan oleh kompasiana; bekerja sama dengan KayuPutihAroma. Sejujurnya saya tidak tertarik mengikutinya karena tidak ada kisah yang luar biasa tentang kayu putih aroma secara khusus. Namun membahas tentang generasi Z yang ada hubungannya dengan kayu putih aroma sangat banyak. Jadi di sini saya ingin berbagi kisah kepada sidang pembaca sekalian tentang “bantuan” kayu putih aroma kepada saya sebagai guru dalam menghadapi generasi Z.

Sebelum berkisah lebih lanjut, saya ingin melengkapi tulisan admin kompasiana yang berjudul: Mengenal Generasi Z Bersama Kayu Putih Aroma. Hehheee padahal tidak jadi masalah, itu hanya cara sederhana saya untuk mengaitkan kontruksi berpikir saya dengan tema. Duh, ketahuan de, rahasia dapur, kwkw.

Paragraf kedua tentang kelebihannya. Mulai dari melek teknologi sampai pada kreatifitasnya yang tanpa batas. Sangking kreatifnya terkadang mereka “lupa diri”. Maksudnya lupa pada obat-obatan pribadi untuk menolong dirinya sendiri, seperti kayu putih aroma; jika beraktifitas di lapangan terbuka. Jadi yang harus dilengkapi lagi yakni kelemahan-kelemahan generasi Z, diantaranya teledor dan menggampangkan sesuatu.

“ya ela pak, santai aja kale”. Itu kebanyakan jawaban yang saya terima jika mengingatkan mereka tentang hal-hal paling sederhana, seperti obat-obatan pribadi, saat kegiatan outdoor. Termasuk di dalamnya tentang kayu putih aroma.

Berikut pengalaman yang tidak terlupakan, antara saya, generasi Z yang kekinian bangat itu, dan kayu putih aroma yang paling berarti.

Setiap tahun, pada bulan Febuari SMA Kanaan Jakarta sering berkemah dalam rangka pelantikan penegak bantara. Kegiatan pramuka. Febuari 2016 yang lalu kegiatan dilaksanakan di gunung Pancar, Bogor, Jawa Barat.

Sebelum keberangkatan ada beberapa hal yang disampaikan kepada siswa-siswi agar menyiapkan hal-hal yang dimaksud. Diantaranya adalah obat-obatan pribadi, termasuk kayu putih aroma.

Sebagai wali kelas saya rutin mengingatkan mereka tentang barang-barang yang dibawah. Baik itu melalui grup whatsaap orang tua atau grup kelas dengan siswa. Secara langsung pun sering dingatkan sebelum keberangkatan.

Lagi-lagi jawaban yang sering saya terima hadir lagi, “ya ela pak, selow; uda beres semuanya”.

Jawaban yang meyakinkan membuatku tenang. Hari keberangkatan pun tiba.  Semuanya baik-baik saja sampai di gunung Pancar, Bogor. Selanjutnya adalah kegiatan jurit malam. Kegiatan ini mengharuskan setiap peserta untuk menelusiri beberapa rute (medannya cukup ekstrim untuk ukuran “anak mami”). Di sinilah letak obat-obatan sangat dibutuhkan, terutama kayu putih aroma . Sebab bukan soal fisik saja, mental pun bisa membuat peserta bisa pinsan.

Sebelum melakukan kegiatan yang dimaksud, panitia kemudian memastikan lagi soal obat-obatan. Jawabanya adalah “siap kakak”. Cukup meyakinkan jadi kegiatan pun dimulai. Namun, sering kali teori dan praktek berbeda jika di lapangan. Sejam kemudian, seorang ketua regu lari ke kem pembina dan mengatakan ada peserta yang pinsan. Tiga orang Pembina termasuk saya menuju TKP.

“P3K nya mana?” kata saya.

“Tidak ada kakak”, jawab ketua regu.

“Jadi satu regu ini tidak ada yang bawah obat-obatany?”, jawaban mereka dengan gaya kepramukaanya. “siap! lupa kakak”. Miris!. 

Namun pertolongan datang melalui regu yang lain. “ini kakak ada kayu putih aroma”.

Kurang lebih 30 menit kemudian, melalui kayu putih aroma yang digosok pada punggung dan hidung anggota regu pendobrak putri tersebut sadar dari pinsannya.

Ini kelihatan seperti dipaksakan untuk menyesuaikan dengan ketentuan lomba, tetapi sejujurnya inilah yang saya alami. Jadi untuk orang tua dan guru jangan sepenuhnya percaya pada generasi Z, apapun alasannya mereka masih berstatus anak yang segala sesuatunya perlu kita pastikan lagi. Termasuk menyiapkan kayu putih aroma lavender, jika mereka beraktifitas di lapangan terbuka.

Sepertinya mustahil di zaman ini kalau orang tidak tahu minyak kayu putih aroma lavender. Namun jika ada yang benar-benar tidak tahu, saya menyarankan untuk mengunjungi KayuPutihAroma TEMAN HATI paling berarti. Sekaligus mengikuti instagram tersebut. Untuk apa si?, sederhana jawabanya, supaya tahu updatetan informasi seputar kayu putih aroma terapi, agar semakin berarti bagi putra-putri terkasih.

Artikel ini saya tulis untuk mengikuti lomba. Bagi saya menang itu yang kesekian. Namun  apa yang saya bagikan berharap sidang pembaca bisa sedia payung sebelum hujan. Ibarat kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Konteks mencegah yang saya maksudkan, yakni melakukan pertolongan pertama dengan bantuan KayuPutihAroma. Apalagi musim liburan sekolah dengan cuaca yang cukup ekstrim saat ini, maka berjaga-jaga dengan kayu putih aroma sangat baik bagi anda dan keluarga.

Menjaga generasi Z adalah upaya kita untuk menjaga kelangsungan generasi sesudah kita.

Catatan

Tulisan ini dimuat juga di kompasiana dengan judul Jika Menyayangi Generasi Z Maka Jangan Sepenuhnya MempercayaiMereka Sebab Generasi Ini Sangat Teledor. Ulasan yang lain bisa baca di MartinKarakabu anak Detunglikong.  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Generasi Z adalah Kumpulan Orang Teledor"

Posting Komentar