Hendrikus Raga: Mari Bersatu Merajut Persaudaraan Menuju Kesuksesan di Desa Persiapan Karakabu

Hendrikus Raga: Mari Bersatu Merajut Persaudaraan Menuju Kesuksesan di Desa Persiapan Karakabu
Hendrikus Raga
Sumber foto: Face book Hendrikus Raga

Proklamator Indonesia, sukarno Hatta pernah berujar, “beri aku 10 pemuda terbaik niscaya akan kuguncangkan dunia”. Mungkin terinspirasi dari catatan sejarah sang pendiri bangsa, maka mereka yang muda seolah menyingsingkan lengan baju dengan terjun ke dunia politik; dengan dalil membangun kampung. Membangun Indonesia di mulai dari kampung. Seperti itulah kontruksi berpikir pejabat zaman now, sesuatu yang “wah” dan layak diberi apresiasi. Namun fakta berkata lain, Marianus Sae, bupati Ngada, Tokoh muda yang memulai jualan politiknya dengan slogan membangun kampung ternyata diciduk KPK karena menerima uang siap sekitar Rp 4,1 miliar dari Dirut PT Sinar 99 Permai.

Apakah semua tokoh muda di negeri ini seperti itu? Tentunya tidak pembaca terkasih; masih banyak di pelosok negeri ini, orang-orang muda yang mengabdikan semua yang mereka punyai untuk Indonesia yang lebih baik. Kali ini saya membagikan sepenggal kisah dan pergumulan tokoh muda di dusunku Detunglikong, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namanya Hendrikus Raga.

Sebelum mengulas lebih jauh tentang sosok intlektual muda asal Detunglikong ini lebih jauh. Izinkan saya memperkenalkan dusunku terlebih dahulu sebab di peta Indonesia maupun mesin pencari google sangat minim literatur yang menjelaskan tentang kampungku itu. Maklum sangat terpencil.

Detunglikong merupakan nama sebuah dusun yang menjadi bagian dari desa Nirangkling, kecamatan Nitta, Kabupaten Sikka propinsi Nusa Tenggara Timur. 

Desa ini merupakan satu dari 12 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Nitta. Saat ini dusun Detunglikong berganti nama menjadi desa Karakabu karena menjadi salah satu dari 29 dusun yang mengajukan pemekaran; setelah dibukanya moratorium pemekaran desa di tahun 2016 lalu. Saat ini desa Karakabu sudah dinyatakan lolos administrasi sehingga mulai melakukan persiapan fisik untuk verifikasi faktual di lapangan. Itulah yang sedang diperjuangkan oleh Hendrikus Raga sosok inspirasi pekan ini.

Siapakah Hendrikus Raga

Dia bukan orang hebat, hanya pemuda kampung yang selalu ingin melihat orang lain bahagia. Bahagia karena anak-anak bisa bersekolah, bahagia karena ingin melihat saudara bersatu membangun kampung, bahagia karena ingin melihat orang tua bisa berjualan hasil alam yang mereka miliki.

Demi mujudkan idealismenya itu alumni SD Detunglikong ini tidak hanya menghayal tetapi berbuat untuk mewujudkan mimpi mulianya itu. Tahun 2015 ia mulai membentuk Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Nirangkliung (IPELMAN). Melalui wadah ini doktrin-doktrin positif untuk membangun kampung pun ia tularkan kepada generasi penerusnya di masa mendatang. Tidak lupa skill untuk bekal hidup pun ia ‘titipkan’ kepada pelajar dan mahasiswa Nirangklikung. Entah itu melalui latihan dasar kepemimpinan hingga seni ia berikan. Semuanya demi mempersiapkan generasi Detunglikong – Nirangling yang tangguh dalam iman dan unggul dalam prestasi; demi Detunglikong yang berdaya di masa depan.

Pemikiranya sangat sederhana, “suatu kaum akan berubah menjadi lebih baik hanya melalui pendidikan; perubahan itu dimulai dari generasi muda”. Itulah konsepnya membangun kampung di mulai dari orang muda dan melalui pendidikan.

Mungkin banyak orang berpikir seperti itu, namun hanya sedikit orang yang memiliki keberanian untuk melalukannya; Hendrikus Raga, satu dari sedikit orang yang seperti itu.


Mengapa?

Jawabannya adalah soal mentalitas dengan pertanyaan reflektif, siapkah kita meninggalkan zona nyaman untuk berjuang di pedalaman dan terisolir dari segalanya?. Mulai dari listrik yang bentuknya pun tidak kelihatan, sinyal seperti candaan remaja milenial, “benda apakah itu?”. Ditambah lagi dengan medan yang ekstrim dan penerimaan masyarakat lokal yang mungkin agak tidak bersahabat.

Soal Detunglikong, apa yang saya katakan ini mendekati realitas. 
Hendrikus Raga: Mari Bersatu Merajut Persaudaraan Menuju Kesuksesan di Desa Persiapan Karakabu

Indikatornya sidang pembaca bisa buka google dan mengetik kata kunci Detunglikong.
Hendrikus Raga: Mari Bersatu Merajut Persaudaraan Menuju Kesuksesan di Desa Persiapan Karakabu

 Halaman pertama google yang keluar adalah singkronisasi data dari dinas pendidikan dasar di SD Detunglikong, sesuatu yang sepantasnya dilakukan pemerintah; meski hasilnya sejak 30 tahun lalu saya sekolah di tempat itu hingga kini hanya papan nama yang berubah, selebihnya nihil. 
Hendrikus Raga: Mari Bersatu Merajut Persaudaraan Menuju Kesuksesan di Desa Persiapan Karakabu

Padahal sudah 72 tahun Indonesia merdeka semantara dusunku masih belum merdeka dari keterisoliran terhadap dunia luar. Pertanyaan saya buat tuan dan nyonya di ‘singgsana’, mana katanya pembangunan dimulai dari kampung?. Hanya janji dan jualan politikkah?

Halaman kedua dan ketiga personal blog milik saya, dan berikutnya adalah ulasan dari pos kupang yang diupdate pada tahun 2012 lalu. Ironis memang, tetapi itulah kenyataannya.

Semantara potensi daerah seperti coklat dan kopi harus dijual murah oleh masyarakat lokal kepada tengkulak. Semantara piring kuno peninggalan zaman pra sejarah yang menarik untuk diteliti oleh arkelog pun nyaris hilang oleh zaman. Belum lagi potensi danau rano yang berada di atas ketinggian 800 kaki dari permukaan laut pun hanya menjadi komsumsi masyarakat lokal. Air terjun sokeloleng yang memiliki pesona tersendiri pun debit airnya nyaris habis karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan objek wisata.

Deteran litani tentang Detunglikong yang jauh panggang dari api itu pun mengusik nubari Hendrikus Raga, intlektual muda lulusan Universitas Nusa Nipa untuk mengajak segenap anak negeri Detunglikong; baik yang berada di rantau maupun yang berada di kota Maumere untuk bersatu merajut persaudaraan menuju kesuksesan di tanah Karakabu. “Kita semantra ada pembangunan kantor desa dan kapela. Harapan saya bagi orang karakabu yang merantau tolong bantu dalam bentuk sumbangan berupa pikiran atau materi karena yang ada baru karang”, kata Hendrikus Raga kepada penulis via pesan singkat.

Ingin mengenal lebih jauh sosok ini, yuks intip face book Hendrikus Raga, salah satu sosial media miliknya. Pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari sosok ini adalah seiramanya antara kata dan perbuatan.**  

Happy Blogging untuk sahabat blogger dan epan gawan untuk sidang membaca yang menyempatkan diri untuk membacanya.


Baca juga:


  1. Sebuah Memori di SD Detunglikong
  2. Arti Nama Karakabu



Penjelasan Istilah, Epan Gawan (Bahasa Maumere) artinya terima kasih 


Catatan 

Coretan sederhana dan tidak beraturan ini pernah saya muat juga di kompasiana dengan judul Usaha Membangun Kampung Dimulai dengan Membangun Sumber Daya Manusia. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hendrikus Raga: Mari Bersatu Merajut Persaudaraan Menuju Kesuksesan di Desa Persiapan Karakabu"

Posting Komentar