Inilah 12 Siswi Paling Cantik di Kelas X IPA SMA Kanaan Jakarta Tahun 2017

Cantik itu apa?
Definisi “cantik”, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah (1) elok, molek (tentang wajah seorang wanita) (2) (indah - soal bentuk suatu objek). Jadi cantik bisa saya maknai sebagai sesuatu yang indah untuk dipandang. Baik pada tataran ciptaan Tuhan (wajah seorang wanita) maupun ciptaan manusia (lukisan atau sebuah patung).

Bagimana dengan pandangan Alkitab soal ‘cantik’?

Saya mengutip dari kitab Amsal, 31:30  “Paras yang manis tak dapat dipercaya, dan kecantikan akan hilang; tetapi wanita yang taat kepada TUHAN layak mendapat pujian. Cantik dalam pandangan Alkitab lebih mengacuh kepada tindakan seorang wanita dalam membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Lagi-lagi relatif kan?

Saya menyadari dengan membahas hal ini, hanya akan menimbulkan kontroversi di antara saya dan siswa-siswiku. Mungkin tanpa kata, apalagi sampai berkata mungkin ceritanya bisa lain. Sebab ini soal presepsi dan sifatnya adalah relatif. Apalagi tersaji sebuah pemandangan, “ampun de”, meminjam istilah salah seorang muridku, Kimberly, namanya.

Lanjut ya…

Karena sifatnya relatif maka saya pun akan mangulas sedikit soal kata cantik tersebut menurut pandangan saya.
Cantik bagi saya adalah suatu tindakan atau kata-kata dari seorang wanita yang membuat saya dengan yakin mengatakan apa yang saya pikirkan, apa yang saya katakan, apa yang saya lakukan adalah salah.
Kedua, cantik menurut saya adalah sikap atau tindakan dari seorang wanita yang membuatku terkesan dan sulit untuk dilupakan. Itulah dua hal yang menjadi indikator bagi saya bila mengatakan seorang wanita itu cantik atau jelek. 

Berikut ini adalah 12 wanita cantik yang saya jumpai dalam perjalanan saya sebagai seorang guru kampung di kelas X IPA SMA Kanaan Jakarta, tahun 2017. Indikatornya adalah tindakan mereka yang membuat saya meyakini bahwa saya salah dan mereka yang telah mengantarkan saya pada kesan tersendiri tentang sebuah kata ‘remaja’.


Indira Rahel

Inilah 12 Siswi Paling Cantik di Kelas X IPA SMA Kanaan Jakarta Tahun 2017
Indira Rahel gadis cerdas keturunan India
Sumber foto: blog personal Indira Rahel
Tahun ajaran baru kuatur langkah dengan penuh keyakinan menuju kelas X IPA. Menjumpai siswa-siswi yang istimewa, tapa laku merekapun masih belum kuketahui. Kuawali Kegiatan Belajar dan Mengajar hari itu dengan penjelasan soal bagimana seharusnya mereka bertindak dan berpikir sebagai pelajar SMA Kristen Kanaan.

Materi yang saya sampaikan tentang 3 T (tahu diri, tahu waktu, dan tahu tempat) dan 3 O (Ola otak, Ola hati, dan Ola raga).

Setelah itu saya coba mengukur kemampuan mereka menulis, sebuah materi dasar yang coba saya lakukan untuk mengukur kemampuan siswa. Tulisan yang saya minta cukup sederhana, mereka harus menulis profil mereka masing-masing pada secarik kertas.

Inilah cikal bakal hadirnya remaja putri keturunan India ini dalam ingatan saya. Kata-kata yang dimainkan melalui selembar kertas itu (sudah lupa kertasnya dimana) sangatlah berkelas. Mungkin kelasnya bukan seorang pelajar kelas X SMA, melainkan mahasiswa sastra tingkat 1. Sepertinya lebay, tetapi jika anda menemukan seorang remaja paroh baya menulis seperti ini:

1) saya berhasil lepas dari status 'bocah smp' yang melekat 3 tahun lamanya….,
2) sosok di balik layar blog ini juga ingin dikenal….,
3) kata-kata yang menurut saya menuju ke satu arti yaitu 'jangan hanya menjadi penikmat belaka' …….,
4) Sosok yang dapat membuat banyak orang hanyut dalam permainan kata-kata yang ekspresif.

          Status bocah, sosok di balik layar, penikmat belaka, dan hanyut dalam permainan kata-kata yang ekspresif adalah pilihan kata-kata yang hanya dimiliki oleh mereka yang menyukai kegiatan literasi. Takaran yang dipakai sejatinya bukan untuk pelajar SMA kelas X semester 1 melainkan mahasiswa sastra atau pun filsafat tingkat 1. Tetapi Indira, seorang remaja putri berusia 14 tahun bisa. Apakah itu tidak hebat?. Jika ada yang mengatakan tidak hebat mungkin anda kurang baca, jika biasa saja, bisa jadi anda tidak paham apa itu literasi, dan jika anda katakan saya juga bisa maka menulislah, dan tahu sendiri kalau berbicara dan menulis laksana langit dan bumi.
          
Teruslah menulis dan buatlah pembacamu ikut merasakan permainan kata-kata yang dirangkai menjadi kalimat dan paragraf yang padu. Semoga selalu abadi melalui karya-karyamu yang berkelas.
Lihat profil lengkapnya di sini
  

Felicia

Inilah 12 Siswi Paling Cantik di Kelas X IPA SMA Kanaan Jakarta Tahun 2017
Felicia si seniman yang cerdas dan berbakat
sumber foto: Blog personal Felicia
Bersyukur pernah mengenyam pendidikan di Seminari (sebuah lembaga pendidikan calon imam Katolik) yang mengharuskan kami menulis, menulis dan terus menulis. Tetapi melalui cara tersebut saya bisa membiayai kuliah melalui aktifitas menulis di berbagai media lokal di tanah Papua. Termasuk skripsi yang berjalan lancar dan gelar sarjana pun berhasil kuraih. Ada hal lain yang menarik saat berlabel pelajar di seminar St, Fransisikus Asisi Jayapura, Papua; yakni Menghafal kosa kata bahasa latin yang bagiku lebih sulit daripada Bahasa Inggris.

Sampai sekarangpun saya tidak paham bahasa latin yang kami pelajari dulu. Namun satu kata yang abadi, yakni verba Volant scoprite mannet yang kira-kira memiliki makna kata-kata yang terucap akan lenyap namun yang tertulis abadi.

Melalui manfaat yang dirasakan dan kata peneguhan yang masih kuingat. Segala daya upaya pun kutularkan pada siswa-siswiku. Termasuk “memaksa” mereka memasang sosial media di blognya masing-masing (kebetulan kemasan pelajaran saya berbasis blog).

Lama kunanti tidak ada yang memasang. Geram, marah, jengkel namun kupendam. Dua pekan berlalu dan hanya 1 orang yang memasang widget sosial medianya dari sekitar seratusan anak di tempat saya mengajar (itu dulu, sekarang sebagian besar sudah memasang).

Anak itu adalah Felicia dan dialah orang pertama yang memasang widget tersebut dari ratusan anak yang ada.

Apa artinya bagi saya?, dia ibarat bensin yang membuatku termotivasi untuk terus menjalankan ide gila nan aneh ini walau respon tak sesuai harapan.  
Jika guru bangsa sekalian memiliki murid seperti ini dan seketika kita menjustifikasi nilainya nol hanya karena perolehan nilai kongnitifnya tidak ada karena alas an tertentu berarti kita telah gagal menjadi guru. (soal alasannya mungkin diartikel berikutnya akan diulas).

Terima kasih Felicia, telah menjadi bagian dari perjalanan saya.

Berharap engkau tetap menulis bukan untuk jadi penulis apalagi mencari duit dari aktifitas menulis, jika itu terjadi bonus buat saya. Tetapi satu yang pasti ini melatihmu untuk menghadapi sidang karya ilmiah saat kelas XII nanti dan mempersiapkanmu menghadapi skripsi kelak. Semoga engkau paham ide gilaku ini.

Lihat profil lengkapnya di sini


Naomi

Inilah 12 Siswi Paling Cantik di Kelas X IPA SMA Kanaan Jakarta Tahun 2017
Naomi gadis cantik yang memiliki banyak talenta
sumber foto: Instagram Naomi
Gadis ini memang cantik. Kesan saya terhadap darah manis (bukan soal rasa, tetapi sebuah pilihan kata yang merujuk pada kata cantik). 
Saya mulai dengan mengutip Amsal 15:1, Jawaban  yang lemah lembut  meredakan kegeraman,  tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.
Bukan ingin kelihatan sok suci tetapi kutipan itu cocok untuk mendeskripsikan kesan saya pada sosok muda lagi berbakat ini. Namun sebelumnya saya ingin mendaur ulang bunyi alkitab tersebut menurut konteks dan situasi perjumpaan saya dengan si penyuka fotografi tersebut. 

Kira-kira bunyinya seperti ini, Jawban yang santai namun berisi, bisa membuat lawan bicaramu malu sendiri. Tentunya kelihatan minimnya pengetahuan lawan bicaramu.
Kesan ini hadir dimulai dari situasi yang sama sekali tidak kuduga. Kegiatan belajar mengajar Bahasa Indonesia, metodenya diskusi dan presentase, tekniknya berkelompok.

Giliran gadis ini mempresentasekan materi tentang hikayat. Ada kelompok lain yang bertanya, kira-kira bunyinya seperti ini, “bahasa apa yang digunakan dalam hikayat”.

Si gadis yang piwai bermain biola ini kelihatan seperti bingung, mendapatkan pertanyaan seperti itu. Pikirku kalah itu, “ne anak ga bisa jawab”.
Setelah jeda kurang lebih semenit sang gadis bertanya kepada rekannya yang bertanya, “sudah selesai pertanyaannya?”.

“ude” jawab rekanya yang bertanya dengan raut wajah bingung.
Lantas gadis ini pun menjawab, “kalau memakai bahasa lain maka bukan hikayat Bahasa Indonesia namanya” dengan gaya yang santai dan minim ekspresi.

Pembaca terkasih, mungkin deskripsi yang coba saya lakukan tidak mengantarkan sidang pembaca yang terhormat pada situasi kalah itu. Namun cara gadis ini menjawab dan merespon jawaban dari pertanyaan rekannya memberikan saya satu pelajaran hidup yang sangat berarti, yakni tegas bukan berarti kasar dan lembut atau pelan bukan berati tidak tegas.

Mungkin kesannya tidak nyambung bagi pembaca sekalian ilustrasi saya di atas. Tetapi sekali lagi dari cara gadis ini bertingkah saya ingin mengajak kita untuk menghadapi situasi sulit dan terdesak bukan dengan kepanikan melainkan tenang dan fokus sehingga kesulitan bisa jadi kemenangan.

Terima kasih Naomi telah mengajarkan gurumu pelajaran hidup yang tidak pernah saya peroleh dibangku kuliah.

Selembar foto dapat menceritakan banyak kisah, saya tunggu hasil dari jepretanmu.  
Lihat profil lengkapnya di sini


Catatan Tambahan:


Baca sambungannya pada tulisan yang berjudul Mereka Cantik Bukan Hanya Fisik.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah 12 Siswi Paling Cantik di Kelas X IPA SMA Kanaan Jakarta Tahun 2017"

Posting Komentar