Manusia Munafik


Puisi Manusia Munafik
Di sini aku mengabdi, memberi dengan semua yang kupunyai.
Dalam kedunguan seorang anak kampung, kucoba memberi arti agar hidup semakin berarti.

Namun lelah raga dan juga hati, meliat manusia yang tidak berarti.
Memfitnah dan mengakimi, seolah paling beradab sendiri.
Sikut sana-sikut sini supaya menjadi paling berarti,
“Kemudian di satu meja engkau katakana kita seiman saudara-saudari”
Semangat pelayanan kita adalah kasih dari keyakinan yang kita imani

Sunggu ini kebohongan yang dibungus rapi
Tapa laku dibungkus dengan balutan kain putih agar kelihatan suci
Sejujurnya aku muak melihat yang dilihat dan merasakan apa yang dialami.

Mau menjadi terbaik tidak perlu menjatuhkan orang lain,Maju dan menjadi prioritas tanpa harus menyingkirkan orang lainNaiklah selama engkau mampu tetapi tidak perlu menjatuhkan yang lain,Jadi baik tanpa harus menjelek-jelekan orang yang lain,
Dan jadi benar tanpa harus menyalahkan orang lain

Pasti bisa jika ego diri diturunin sepersekian oktaf




By: Martin Karakabu,
(anak Detunglikong)

Jakarta, 2/2/2018

Baca juga:

Perjalanan ini Sunggu Melelahkan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Manusia Munafik"

Posting Komentar