Mereka Cantik Bukan Hanya Fisik, Tetapi Lebih dari Itu. Simak yang Berikut Ini

 12 Siswi Paling Cantik di Kelas X IPA SMA Kanaan Jakarta Tahun 2017 (Bagian Ke 2)

Ini adalah tulisan berseri, jika menginginkan alurnya lengkap, baca bagian pertamanya di sini. Sekaligus sidang pembaca akan tahu maksud saya dengan kata cantik; yang kemudian dirangkai menjadi 12 gadis tercantik seperti sub judul di atas. Simak jilid duanya berikut ini:
  

Vivi

Mereka Cantik Bukan Hanya Fisik, Tetapi Lebih dari Itu. Simak yang Berikut Ini
Vivi gadis penuh misteri namun memiliki bakat soal wicara
sumber gambar: blog personal Vivi
Akzen remaja kelahiran Jakarta ini soal debat memiliki potensi untuk menjadi orator beken atau sekurang-kurangnya mempengaruhi lawan bicara. Namun tidak muda, butuh ekstra kesabaran tingkat dewa.

Jadi point penting tentang gadis ini yang bisa saya jadikan acuan mendidik adalah soal melayani dengan hati tulus dan membekali diri dengan kesabaran tingkat tinggi.
Tetapi pada suatu situasi membuat saya kaget dan meyakini bahwa terkadang saya salah menilai seseorang. Yakni suatu situasi dimana tulisan gadis ini diterima oleh tim nulis. Dia anak kelas X pertama di SMA Kanaan Jakarta sepanjang tahun 2013 saya mengajar jurnalistik hingga 2017 kini.

Apakah artinya dia hebat?, ya harus diakui bahwa gadis ini memiliki potensi besar untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Cuma bisakah seorang guru untuk memiliki kesabaran ekstra. Itu jadi refleksi buat saya. Tetapi point yang mau saya sampaikan bukan soal itu.

Inti dari si gadis kontroversi ini bagi saya adalah JANGAN MENILAI SESEORANG DARI TAMPILAN LUARNYA SAJA.

Jangan menjust orang hanya karena satu dua fakta tetapi coba ikutilah prosesnya. Kurang lebih seperti itu cara gadis ini mengajari saya tentang remaja milenial. Mungkin yang bersangkutan tidak menyadari tetapi sejatinya dari sosok muda ini banyak hal saya belajar. Dia memberi satu arti bagi saya bahwa tidak selamanya guru itu benar. 

Terima kasih telah membuat saya terkesan dengan usaha di balik layar yang engkau tunjukan.

Lihat profil lengkapnya di sini


Clarisa Adrin

Mereka Cantik Bukan Hanya Fisik, Tetapi Lebih dari Itu. Simak yang Berikut Ini
Clarisa gadis Borneo, si kritis yang cerdas
sumber foto: blog personal Clarisa
Gadis kritis kelahiran tanah Borneo, pekerja keras dalam keterbatasan sarana yang ia punyai. Itu kesan yang saya tangkap dari perjumpaan kami di tempatku mengabdi, SMA Kanaan Jakarta. Kritis bukan berarti songong, tetapi sopan santun menjadi pondasinya bertutur. Rada jutek memang tetapi sebenarnya ia seorang gadis yang tahu diri, tahu waktu, dan juga tahu tempat.

Pernah pada suatu kesempatan karena kesal yang mencapai ubun-ubun kepala; ia dan beberapa rekannya kukeluarkan dari club debat. Ini jawaban cerdasnya yang membuatku terperangah dan harus meminta maaf karena sebagai seorang guru dan manusia dewasa saya tidak cukup bijak dalam mendidik.

“saya tahu kalau kami salah, kalau pun bapak keluarkan kami sebenarnya tidak apa-apa karena itu kebijakan bapak, tetapi mungkin jauh lebih baik jika panggil dulu” katanya padaku dalam suatu kesempatan di ruang BK.
Kata-kata yang perlu digarisbawahi ialah JAUH LEBIH BAIK JIKA PANGGIL DULU. Sejujurnya sebagai guru, jika kita refleksikan kata-kata gadis ini maka sampailah kita pada suatu pemahaman bahwa Indonesia sudah merdeka sekian tahun tetapi anak sekolah belum merdeka dalam berpendapat.

Ini hanya pendapat personal saya sebagai seorang guru kampung, karena saya paham di luar sana banyak guru hebat yang telah membekali siswanya dengan ruang untuk menyatakan guru salah. Atau pun di tempat ini (baca: SMA Kanaan Jakarta). Namun bagi saya pernayataan gadis ini seperti memberikan tamparan keras untuk memberi makna lebih pada kata bijaksana

Sunggu saya banyak belajar, terima kasih gadis Borneo hadirmu mengingatkanku terhadap sosok guru hebat nan bijak di masa lalu. 

Profil lengkapnya baca disini


Clarista

Mereka Cantik Bukan Hanya Fisik, Tetapi Lebih dari Itu. Simak yang Berikut Ini
Clarista si pendiam yang pandai menari
sumber foto: blog personal Clarista
Pendiam bukan berarti tidak tahu apa-apa, apalagi miskin talenta, hal itu tidak berlaku bagi si jago nari ini. Jika tanpa pemahaman dan konsep pengenalan diri yang cukup, maka yang bisa kita pahami hanyalah siswi biasa seperti kebanyakan anak. Namun telusuri lebih dalam polanya berujar guru bangsa akan tahu kalau gadis ini sangat sopan, cukup cerdas, dan tentunya memiliki talenta tersembunyi, yaitu menari dengan hati.

Suatu ketika saat saya memperbaiki struktur template blognya agar lebih SEO. Semuanya jadi seperti yang diinginkan, tetapi kurang lebih 30 menit kemudian masalah muncul, pemberitahuan via line, “maaf pak templatenya saya ganti.

Bagi saya itu proses yang biasa karena ini soal selera. Namun yang memuatku agak murka saat itu adalah widget yang letaknya sangat berantakan. 
Seperti biasa saya ingin mengungkapkan kekesalan, namun membaca pernayataan maafnya yang tulus dan pengakuan akan rasa bersalahnya; saya jadi paham gadis ini sebenarnya tidak bermaksud seperti itu, namun jika situasi yang terjadi demikian karena ia sedang berproses dalam pendidikannya.

Pesan saya kepada rekan guru yang hebat di luar sana seperti ini, terkadang kita lelah melihat dan mengalami tingkah siswa-siswi kita yang super ‘istimewa’, rasanya ingin marah. Namun jika boleh berpendapat dan maaf tidak menggurui, mari kita sediakan ‘ruang’ bagi anak untuk berproses.

Lantas sampai di sini apakah kita tidak boleh marah jika anak salah?, tentunya tidak sama sekali, tetapi maksud saya sebagai pendidik dan orang dewasa mari kita sediakan ruang untuk memupuk kesabaran karena siswa-siswi yang demikian sedang berproses. Sekali lagi sidang pembaca, khususnya para guru, ini hanya pendapat, bukan bermaksud menyatakan saya paling benar soal pendekatan sama sekali tidak. Abaikan saja jika tidak membawa faedah.

Lanjut pada topik, Clarista terima kasih hadirmu bukan saja memberikan saya ruang untuk mengajar tetapi memberi kesempatan bagi guru kampung seperti saya untuk berproses agar menjadi lebih baik lagi.

Lihat profil lengkapnya di sini

   

Wei

Mereka Cantik Bukan Hanya Fisik, Tetapi Lebih dari Itu. Simak yang Berikut Ini
Wei gadis Taiwan yang Indonesia Bangat
sumber foto: blog personal Wei
Ini anak yang sangat hebat dan lebih Indonesia daripada orang Indonesia. Sebagai guru Bahasa Indonesia sejujurnya gaya gadis negeri tirai bambu ini mengola aksara agak menyimpang dari konsep bahasa Indonesia baku. Namun kubiarkan dulu, mengapa? Jawabanya karena saya sedang menikmati membaca tulisannya. Menelusuri satu persatu karyanya, jujur waktunya lebih lama dari anak yang lain karena saya suka sekali membaca tulisannya.

Pertama karena gayanya yang unik dan lain daripada yang lain, kedua ulasannya sederhana, khas remaja milenial dan taraf berpikir pelajar SMA yang termasuk kategori cerdas mengola aksara. Taraf ini perlu digarisbawahi bahwa setiap tulisanya mengandung pesan yang reflektif dan imajinatif. Memaksaku untuk terus berpikir, “mengapa, bagimana, dan kok bisa ya”. Intinya tulisan gadis ini telah membuatku ‘jatuh hati’, namun mungkin yang perlu diperbaiki dan diajari ialah bagimana menulis yang ilmiah.

***
Cintanya pada bumi pertiwi mungkin belum sampai sekelas Ahok yang telah menunjukan kapasitasnya dalam membangun bangsa. Atau pun prof. Yohanes Surya yang telah membangun manusia Papua.Namun cara gadis berkewarga negaraan Taiwan ini mencintai Indonesia sudah pada taraf nasionalisme bangat.

“Saya suka budaya Indonesia, unik dan beragam” katanya padaku dalam suatu kesempatan.

Memang yang dia lakukan hanya sebatas menulis pada blog pribadinya. Namun secara tersirat maupun tersurat telah memberi inspirasi padaku kalau Indonesia memang layak dicintai karena apa yang dipunyai.
Hal lain yang membuatku terkesan dan harus banyak belajar darinya adalah soal konsisten. Mungkin ini kelihatan sederhana sekali, tetapi cara dia menyapa pembaca blognya dengan sebutan penulis. Sejujurnya saya ingin protes dengan gaya itu, tetapi lihat kekonsistenannya dalam ngeblog membuatku sadar bahwa gadis ini unik dan ingin memberi warna beda dalam gaya dan keterampilannya menulis.

Membaca setiap kata, kalimat, dan paragraf yang dirajut gadis ini, kita seperti diajak untuk berbicara bukan membaca.

****

Pernah pada suatu kesempatan, secara tidak langsung saya menyakitinya di depan kelas, sejujurnya saya merasa sangat berdosa sebab tidak layak untuk melakukan hal seperti itu. Bukan untuk membela diri namun sejatinya saya tidak sengaja. 

Ia kecewa dan sedih?, iya kusaksikan saat itu. Namun sang gadis tidak berhenti di situ, tetapi ia terus berjalan dalam keterbatasan asah yang ada dan bisa melahirkan tulisan yang sebenarnya sangat menginspirasi dan memberi refleksi lebih pada saya sebagai guru, suami, dan seorang ayah.
Apa itu?
Tidak etis dibahas pada ruang ini karena ranahnya sedikit privasi. Jadi biarlah hanya saya yang tahu soal itu.

Dari gadis “seberang” ini, marilah kita belajar untuk menjadi Indonesia yang sebenarnya. Darinya pula mari kita belajar untuk tidak berhenti jika jatuh melainkan terus berjalan karena itu hanya sebuah proses untuk meraih sukses.
Terima kasih inspirator terselubung dari negeri seberang. Hadirmu membuatku paham kalau Indonesia hanyalah kata, nasionalisme hanyalah slogan. 

Semua itu hanya bermakna jika kita bangkit dan berkontribusi saat jatuh. ENGKAU HEBAT ANAKKU.   

Lihat profil lengkapnya di sini 

 

Baca juga:


Inilah 12 Siswi Paling Cantik di Kelas X IPA SMA Kanaan Jakarta Tahun 2017 (Bagian pertama)




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mereka Cantik Bukan Hanya Fisik, Tetapi Lebih dari Itu. Simak yang Berikut Ini"

Posting Komentar