Vannesa: Aku dan Ibu Sama dengan CINTA

Vannesa: Aku dan Ibu Sama dengan CINTA
Vannesa, Siswi SMA Kanaan Jakarta

Tawa ku jadi bahagianya

Tangis ku jadi sedihnya

Keberadaannya membawa kehangatan

Kehilangannya membawa kehampaan


Sebelum ku tulis kenanganku tentang ibuku ada sesuatu yang selalu ingin ku tanyakan.


Siapakah ibu bagi kalian ?



Mungkin terdengar sederhana namun kenyataannya akan lebih rumit. Aku yakin sebagian besar dari kalian akan berkata bahwa ibu adalah sosok yang melahirkan dan membesarkan mu ke dunia. Namun apakah hanya sebatas itu saja? Tentu jawabmu tidak. Lalu apa peran besar ibu dalam kehidupanmu?


Hal pertama yang perlu kau ketahui adalah ibu bagaikan malaikat tak bersayap yang selalu menyayangi dan mencintaimu dengan sepenuh hati. Saking sayangnya padamu, ia rela memberikan sepotong kue lezat yang tersisa hanya untukmu. Bahkan ketika aku menawarkan makanan kepada ibuku, ia sering mengatakan bahwa ia sudah makan padahal ia hanya makan keripik kentang. Tidak mengenyangkan bukan? Ibu juga tak mampu berlama-lama melihat mu bersedih dan berusaha untuk menghiburmu karena baginya kebahagiaan mu adalah kebahagiaan dirinya juga.


Kedua, ibu adalah pahlawan yang terbaik! Siapa yang pernah mendengar kutipan “siapa yang membutuhkan superhero jika kau memiliki ibu?” . Tak bisa dipungkiri bahwa ibulah yang melindungi dan menjaga mu bahkan sejak ia mengandungmu saja ia telah berusaha sebaik mungkin untuk memelihara kesehatanmu dengan mengonsumsi makanan-makanan yang bergizi. Bahkan hingga saat ini kau masih membutuhkan perlindungan ibumu disaat kau jatuh sakit. Aku jadi teringat ketika aku terjatuh dari sepeda, dengan penuh luka di seluruh tubuhku, aku berlari dan menangis pada ibuku. Ya, ibu jadi tempat yang akan ku kunjungi pertama bila hal yang sama terjadi padaku.Namun kini ibuku mungkin tak sekuat yang dulu saat berusaha menangkapku yang berlari kesana dan kemari. Ditandai dari rambutnya yang memutih dan keriput diwajahnya dirinya telah menua
namun semangat dan senyum nya masih terpancar dan itulah yang harus kujagai.

Ketiga, Ibu merupakan seorang mentor atau guru yang terbaik. Pendidikan adalah hal yang terpenting yang kau harus dapatkan dalam hidup dan ibu lah yang berperan pertama kali bagi pendidikanmu. Masihkah kalian ingat siapa yang mengajarkan kalian pertama kali untuk berbicara maupun berjalan? Saat ku kecil, ibu lah yang selalu menyemangati ku untuk belajar berjalan dengan kaki mungil ku. Bahkan ialah yang mengajariku cara mengendarai sepeda. Tanpa nya mungkin aku tidak dapat melakukan hal sesederhana itu sampai sekarang.


Keempat, ketika kamu tumbuh dewasa menjadi seorang remaja, kau pasti akan menghadapi masalah. Tanpa adanya seorang ibu dalam hidupku mungkin aku telah berputus asa dan tidak akan mampu mencapai sejauh ini. Ibu adalah sahabat yang terbaik di kala susah dan senangmu. Dikala dunia berseteru dengan mu , ibulah yang selalu berpihak dan mendukungmu dari belakang. Ia bagaikan secercah sinar matahari yang menembus awan gelap.


Kelima , ibu adalah pendengar yang baik. Aku yakin bahwa setiap dari kita butuh tempat utuk curhat namun kebanyakan justru tidak ingin curhat kepada ibunya.Mengapa? Padahal curhat pada ibu lebih aman dan menguntungkan dibandingkan curhat kepada teman. Teman mungkin akan berubah tapi ibu akan selama-lamanya menjadi ibu yang menyayangi mu dan menjaga rahasia curhatanmu. Tak segan ia juga membagikan ceritanya padamu dan memberikan mu nasehat agar kamu tidak jatuh dalam masalah yang sama seperti yang pernah ia alami sebelumnya.



Keenam, ibu adalah seorang penyabar. Aku hanya bisa berkata bahwa kesabaran ibu sungguh-sungguh panjang. Terbukti dari begitu lamanya ia mengandung dirimu, ia juga harus menahan sakit tiap kali kau menendang perutnya disaat ia berusaha tidur pada malam hari. Saat kau beranjak dewasa ibu dengan penuh kesabaran menyuapi mu makan maupun memandikan mu. Tak hanya itu , ibu juga dengan sabar membimbingmu meskipun sikapmu terkadang menjengkelkan karena ia tahu semua itu demi kebaikan dan kebahagiaanmu. Terkadang kau tak ingin mendengarkan nasehat ibumu dan kau justru lebih memilih untuk bertindak semaunya saja tapi, apa salahnya sih mendengarkan perkataan ibu mu? 


Sama seperti Tuhan yang penyayang dan pemaaf, ibu juga mampu memaafkan kesalahan mu yang besar sekali pun. Tanpa disadari kita sering menyakiti hati ibu, namun meskipun hati itu tergores saat kau lontarkan amarahmu padanya, ia hanya bisa memaafkan dan membalas mu dengan senyumnya yang tulus. Semarahnya dirimu kepadanya, cintanya kepadamu tak akan berubah. 


Jadi,bagi kalian yang masih sering membuat ibumu kecewa untuk apa ragu mencintai dan mengasihi ibumu mulai dari detik ini sampai selanjutnya?



Bahkan sampai detik ini ibuku lah yang mendampingiku mengerjakan tugas ini sampai selesai. Sungguh melelahkan bukan?


Ada sebuah kutipan menarik yang kudapatkan untuk menutup cerita hari ini

Aku mencintai ibuku seperti pohon yang mencintai air dan sinar matahari- ia yang membantu ku bertumbuh,hidup makmur,dan mencapai puncak tertinggi dalam hidup.

-Terri Guillements


Baca selengkapnya: http://vanessatunggal.blogspot.co.id/2018/01/aku-ibu-cinta.html





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Vannesa: Aku dan Ibu Sama dengan CINTA"

Posting Komentar